Susi Respati Setyorini

Guru kimia yang jatuh cinta dengan tulis menulis. Ingin menulis apa aja dan dimana aja....

Selengkapnya
Antologi 12 : Racun Cinta
SS bing

Antologi 12 : Racun Cinta

Bujuk rayumu palsu tak lagi bisa

luluhkan hatiku yang terluka

Kata manismu tak lagi mampu

Pulihkan hatiku yg hancur

Cintaku tlah tiada

Rindu ini entah kemana

Dalam pedihku berdo'a

Tuhan, kuatkan hamba

Dulu kau jual murah cintamu padaku

Ternyata cintamu racun mematikan rasaku

Kusuguhkan secawan madu untuk dirimu

Menikmati segala rasa yang tersisa Namun apa yang kuterima Secawan racun tanpa warna Yang melumpuhkan segala cerita‬

Dari pagi hingga pagi lagi‬‬

Kau kukejar tanpa henti

Makan ingat kamu

Tidur ingat kamu

Dimana mana ingat kamu

Ternyata kau racun

Racun dunia

Kita selalu terlena dengan kertas yang berwarna

Yang selalu melupakan segala kewajiban kita kepada sang pencipta Mencari tanpa henti dan kenal waktu

Kertas yang berwarna

Selalu kita bela dan kita lindungi

Tapi tanpa disadari kita terkadang Diracuni dengan perlahan-lahan.‬

Racun yang dibuang tak bisa di ikuti membunuh

Namun untuk coba menghindari racun Tersebut agar tidak terkena racun dunia Yang akan menghancurkan kita.

‬Pilihan selalu ada pada kita‬‬

Apakah memilih racun dunia

Karena mengutamakan kertas berwarna

Atau memilih madu manis surga

Yang tak bisa dirasakan seketika

Tergiur racun dunia

Yang sangat nikmat dan sangat nyata

Bisa dirasakan sekejap mata

Telah dibutakan oleh kertas berwarna

Telah terkena rayuan setan yang selalu menggoda

Tak pernah putus asa sampai mangsanya terjerat perangkap,

Terlena bisikan manisnya

‬Surga yang kau janjikan,

Neraka yang kudapat

Semanis madu harapan yang kau hidangkan

Namun racun yang kumakan

Luka lara, engkau bersanding dua

Dengan ku apa adanya,

Kau denganku, karena ada apanya

Aku yang menantimu di setiap senja

Menanti hadirnya paras yang begitu aku rindukan

Aku menantimu di setiap senja

Menanti hadirnya raga

Yang begitu ingin aku tenggelam

Dalam pelukannya

Namun, senjaku selalu berlalu dengan sia-sia

Karena, nyatanya, hadirmu hanya dalam mimpi belaka

Mimpi yang tak tau kapan datangnya Hanya janji manis yang selalu diucapkan

Namun racun yang selalu didapat

Terbujuk oleh manisnya janji

Tergoda oleh bisikan kemegahan

Telah pengorbanan yang kulakukan Ternyata racun yang kudapat

Racun yang menyebar ke seluruh sendi

Merusakku dalam-dalam

Makin ke dalam

Keroyokan

Fahri, alus, suhemi, jurniati, hernawati, purwanti, elfa, susi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Keren bingits

13 Jan
Balas

penulisnya keren bu Terima kasih sudi mampir bu

13 Jan

Keren Bu

13 Jan
Balas

Lanjuttt yaaa

13 Jan

Dahsyat...

13 Jan
Balas

penulisnya keren bu Terima kasih sudi mampir bu

13 Jan

Maaf pakkk

13 Jan

Maaf pakkk Salah copas dehhh

13 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali